Minggu, 17 September 2017

Critical Review tentang “Marxisme”


            Menurut ajaran Karl Marx pada buku “dasar-dasar Ilmu politik”-Prof. Miriam Budiardjo, dari Jerman Banyak mengecam keadaan ekonomi dan sosial sekelilingnya, akan tapi ia berpendapat bahwa masyarakat tidak dapat di perbaiki secara tambal sulam dan harus diubah secara radikal melalui pendobrakan sendi-sendinya. Akan tetapi tidak dapat disangkal bahwa ideologi gagasan-gagasannya sampai masa ini masih banyak pengaruh-pengaruhnya dan di dunia Barat melahan mengalami perkembangan baru dengan nama kiri baru (New Left). Menurut Karl Marx pertarungan antara kaum kapitalis melawan kaum proletar akan merupakan pertentangan kelas yang terakhir, dan dengan demikian akan berakhirlah gerak dialektis. Khrushchev berhasil menguasai Uni Soviet sebagai hasil suatu proses perebutan kekuasaan diantara pemimpin-pemimpin teras. Selanjutnya Khrushchev melancarkan gerakan destalinisasi melalui kongres partai komunis Uni Soviet yang ke-20 yang diadakan pada tahun 1956. Ia mencentuskan beberapa gagasan yang secara fundamental menyimpang dari ajaran asli Marx dan kebijaksanaan Stalin :
1.       Ia mengemukakan bahwa perang dapat dihindarkan dan bukan lagi “tak terelakkan”
2.       Membuka kemungkinan untuk hidup berdampingan dengan negara-negara yang berlainan sistem sosialnya (peaceful co-existence)
Gagasan –gagasan Khrushchev dinamakan olehnya Neo-Revisionisme
            Dalam buku "Pemikiran Karl Marx" yang ditulis oleh Franz Magnis, disebutkan bahwa Marx tidak bermaksud sekedar memaparkan sebuah ajaran filosofis, melainkan mempunyai tujuan yaitu tindakan praktis, revolusi protelariat, penciptaan sosialisme. Salah satu kontradiksi yang paling mendalam dan luas yang melekat dalam setiap masyarakat di mana ada pembagian kerja dan pemilikan pribadi adalah pertentangan antara kepentingan-kepentingan materil dalam kelas-kelas sosial yang berbeda. Lalu muncul sebuah anggapan mengapa Sosialisme Marxisme dianggap memerlukan sebuah pandangan dunia? alasannya adalah bahwa kelas buruh semakin berada dalam bahaya ketularan kesadaran kaum borjuis, karena revolusi tampaknya masih jauh, kaum buruh berfokus pada kemajuan-kemajuan ekonomi sendiri. Adaptasi manusia terhadap lingkungan materilnya selalu melalui hubungan-hubungan ekonomi tertentu, dan hubungan-hubungan ini sedemikian meresapnya hingga semua hubungan-hubungan sosial lainnya dan juga bentuk-bentuk kesadaran, dibentuk oleh hubungan ekonomi itu.
             menurut saya Karl Marx merupakan salah satu filsuf yang paling berpengaruh di dalam perkembangan sejarah. Kemampuan gagasan Marx untuk berdialektika dengan zaman, menjadikannya pemikir yang tidak pernah sepi dari kritikan dan pujian atasnya. Namun, apapun tanggapan dunia terhadapnya, kehadirannya telah menggerakkan kesadaran kelompok buruh, budak dan aktivis sosialis untuk mengorganisir diri dan berjuang mewujudkan perubahan. Yang dimana kehendak dari Marx ini diterapkan oleh pemimpin-pemimpin seperti Lenin,Stalin,Khrushchev,Mao Zedong dan masih banyak lagi tokoh-tokoh dari negara komunis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar